Rabu, 07 Juli 2010

filosofi Kho Ping Hoo

Hening dan Perenungan

Memang indah! Hanya satu kata itu saja yang tepat. Indah! Tidak ada apa-apa lagi!

Siapa gerangan mampu menggambarkan keindahan, keagungan, kebesaran yang demikian hebat? Yang dapat menggambarkan secara tepat hanyalah satu keadaan, yaitu HENING! Di dalam keheningan sajalah, di waktu hati dan pikiran tidak sibuk menilai dan membanding-banding dari sudut selera dan keuntungan diri pribadi, maka segala keindahan itu pun nampaklah jelas. Akan tetapi, sekali pikiran masuk dan menilai kemudian membandingkan keindahan itu dan berusaha mengabadikannya dalam ingatan, maka keindahan itu pun lenyaplah. Keindahan hanya menjadi gambaran yang menimbulkan kesenangan belaka. Dan akhirnya semuanya akan membosankan!

Dalam keadaan hening, terasa sekali keagungan Sang Maha Pencipta. Segala ciptaanNya yang terbentang luas di alam maya pada, terasa sekali kemujijatan yang terkandung di dalam segala sesuatu. Dari tumbuhnya setiap helai bulu dan rambut di tubuh kita sendiri seperti tumbuhnya pohon-pohon di hutan, dari setiap urat syaraf di tubuh kita sendiri seperti sumber-sumber air di bawah permukaan bumi, sampai kepada kehebatan segala yang nampak di angkasa, awan, bulan, matahari, bintang-bintang.

Dalam keheningan memandang semua itu, terasalah bahwa kita adalah bagian dari semua itu, tidak terpisah, sudah berada di dalam suatu ketertiban yang selaras dan ajaib. Namun sayang, kita terlalu sibuk dengan pikiran yang setiap saat mengejar-ngejar kesenangan yang sesungguhnya hampa itu. Kesenangan yang akhirnya hanya sebagai pemuasan nafsu belaka.

Kita tidak lagi menghargai semua keajaiban itu, kita hanya mampu menghargai bayangan-bayangan khayal, hanya tertarik akan nama-nama dan se­butan-sebutan belaka. Kita boleh cenderung untuk menggambarkan, menanamkan dan menyebut semua itu menjadi pengetahuan teoretis, menjadi bahan perdebatan dan percekcokan, mempertahankan pendapat masing-masing tentang yang maha besar itu! Betapa lucu namun menyedihkan. Kita lebih tertarik akan asapnya sehingga hanya mendapatkan abunya belaka tanpa menghiraukan apinya sehingga klta kehilangan cahaya dan apinya itu!

Makna kebebasan dan cinta kasih sejati

Memang selama manusia belum dapat bebas dalam arti yang sebenarnya, dia akan selalu merindukan sesuatu yang tidak atau belum ada! Tidaklah mengherankan apabila manusia yang tinggal di tepi laut merindukan keindahan alam pegunungan, sebaliknya mereka yang tinggal di lereng gunung merindukan keindahan pantai lautan!

Manusia yang belum bebas selalu menganggap keadaan orang lain lebih menyenangkan daripada keadaan diri sendiri, milik orang lain lebih menarik daripada miliknya sendiri, dan selanjutnya. Pendeknya, yang terbaik dan terindah itu selalu berada di SANA, sedangkan yang berada di SINI selalu membosankan, buruk dan tidak seindah yang di sana!

Hanya kalau orang sudah benar-benar bebas daripada permainan pikiran yang mengejar kesenangan, kalau sudah bebas dari bayangan­bayangan kesenangan masa lalu yang menjadi kenangan, bebas dari penilaian, bebas dari perbandingan, maka dia dapat membuka mata dan memandang dengan wajar, memandang dengan waspada dan dengan penuh perhatian, sepenuh perhatiannya, kepada apa adanya di saat ini! Dan kalau sudah dapat memandang se­perti itu, setiap saat terhadap apa yang ada, tanpa dikotori perbandingan dan pe­nilaian, maka batin tidak lagi digoda oleh bayangan-bayangan yang hanya mendatangkan pengejaran kesenangan dan akhirnya menuntun kita kepada kebosanan, kekecewaan dan kesengsaraan.

Hanya kalau mata kita terbuka dan mengamati apa adanya setiap saat, maka akan nampaklah segala yang ada pada apa adanya itu. Dan apabila dalam penglihatan hasil pengamatan ini masih ada ini baik dan menyenangkan”, “Itu buruk dan tidak menyenangkan”, maka pengamatan itu pun akan menjadi kotor dan ternoda karena yang berkata baik atau buruk, itu bukan lain adalah pikiran yang selalu menjangkau kesenangan!

Maka, dapatkah kita mengamati segala sesuatu yang terjadi, baik di luar maupun di dalam diri, mengamati segala macam benda di luar kita dan segala macam gerak-gerik tubuh kita, kata-kata kita, pikiran kita, tanpa penilaian, tanpa perbandingan dan hanya pengamatan saja yang ada, tanpa adanya si aku atau pikiran yang mengamati? Pengamatan seperti ini bebas dari baik buruk atau susah senang, pengamatan seperti ini melahirkan tindakan-tindakan wajar yang tidak dipengaruhi untung rugi. Pengamat­an seperti ini adalah bebas, dan hanya dalam kebebasan inilah cinta kasih dapat menembuskan sinarnya.

Kosong, Lembut dan Cukup

Hanya yang kosong dapat menerima tanpa meluap, hanya yang lembut mampu menerobos yang kasar. Yang merasa cukup adalah yang sesungguhnya kaya raya!

Huruf-huruf indah yang membentuk kata-kata itu ditulis oleh Kam Hong dan kalimat-kalimat itu adalah kalimat yang sering dipergunakan oleh gurunya, yaitu Sai-cu Kai-ong, keturunan dari para tokoh Khong-sim Kai-pang (Perkumpulan Pengemis Hati Kosong).

Isinya memba­yangkan sifat dari perkumpulan pengemis itu dan mengandung pelajaran atau pesan bahwa untuk dapat belajar dan menerima pengertian-pengertian baru hati dan pikiran haruslah kosong. Mata dan telinga yang memandang atau mendengar secara kosong, yaitu tanpa adanya pendapat yang muncul dari pengetahuan-pengetahuan yang bertumpuk dalam pikiran, dapat melakukan penelitian dan penyelidik­an, dapat waspada dan mempelajari sam­pai sedalam-dalamnya segala persoalan yang dihadapinya.

Orang yang merasa dirinya penuh dengan pengetahuan dan kepintaran adalah seperti katak dalam tempurung, seperti gentong kosong yang hanya nyaring suaranya saja. Demikian pula, kekasaran dan ketakutan mudah bertemu lawan, mudah patah dan menimbulkan kekerasan, sebaliknya kelembutan mampu menerobos segala sesuatu.

Kalimat terakhir menggambarkan keadaan pengemis Khong-sim Kai-pang. Biarpun dinamakan pengemis, orang yang semiskin-miskinnya di antara semua tingkat kehidupan, namun karena tidak pernah mengeluh, tidak pernah membandingkan, tidak pernah merasa kurang maka tidak menimbulkan iri hati dan karena merasa cukup itulah maka dia tidak menginginkan apa-apa lagi dan orang beginilah yang patut disebut kaya raya.

Sebaliknya, betapa pun kaya-rayanya seseorang, kalau dia itu masih selalu merasa tidak cukup, maka dia akan berusaha memperbesar kekayaannya itu tanpa mempedulikan jalan kotor apa yang ditempuhnya!

Tentang Pikiran dan Nafsu

Demikianlah timbulnya nafsu berahi atau nafsu apapun juga yang menguasai hati dan pikiran, menguasai batin kita setiap saat dan yang kemudian menjadi pendorong dari setiap perbuatan kita dalam hidup ini. Pikiranlah sumbernya. Pikiran yang bekerja mengenangkan sega­la kesenangan yang pernah dialami. Pikiran yang merupakan gudang dari peng­laman dan ingatan.

Kalau mata kita tertarik dan suka melihat segala sesuatu yang indah setangkai bunga yang indah warnanya, awan berarak di langit, tamasya alam terbentang luas di depan kita, matahari senja yang mentakjubkan, wajah seorang wanita yang cantik manis, semua rasa suka memandang itu adalah wajar, karena mata kita sudah dibentuk sejak kecil untuk menilai apa yang dinamakan indah dan apa yang buruk itu.

Kalau yang ada hanya memandang saja, maka hal itu wajar dan tidak terjadi konflik. Akan tetapi sayang, setiap kali kita memandang, pikiran yang penuh dengan ingatan ini selalu campur tangan. Pikiran yang mendambakan kesenangan ini lalu membayangkan kembali segala kesenangan yang pernah dialami atau pernah didengarnya, lalu membayangkan hal-hal yang menimbulkan nafsu. Mata melihat wanita cantik jelita dan terjadi daya tarik, timbul semacam dorongan untuk memandang keindahan yang terdapat pada wajah itu. Kalau yang ada hanya memandang saja, maka setelah wanita itu lewat dan lenyap, habislah saja sampai di situ. Akan tetapi, kalau pikiran memasukinya, lalu membayangkan betapa akan senangnya kalau dapat bercinta dengannya dan sebagainya, maka timbullah nafsu berahi!

Pikiran adalah sumber segala konflik. Pikiran menjadi tempat bertumpuknya kenangan akan hal-hal yang telah lalu, yang pernah kita alami dan selalu pikiran mengejar kesenangan atau lebih tepat lagi, mengejar pengulangan kesenangan yang lalu dengan menciptakan kesenangan yang ingin dialami di masa mendatang, dan selalu karenanya menolak dan menghindarkan ketidaksenangan.

Karena keinginan mengejar kesenangan inilah maka timbul perbuatan-perbuatan yang menyeleweng dari pada kebenaran, perbuatan-perbuatan jahat yang merugikan orang lain dan diri sendiri.

Setelah melihat semua ini, dapatkah kita membebaskan diri dari pencampurtanganan pikiran? Dapatkah kita memandang atau mendengar saja penuh perhatian, tanpa adanya pikiran yang membandingkan, mempertimbangkan lalu memutuskan baik buruknya, senang susahnya? Dapatkah pikiran berhenti mengoceh dan menghidupkan kembali hal-hal yang telah lalu?

Tentu saja bukan berarti bahwa kita hidup tanpa pikiran! Hal itu sama sekali tidaklah mungkin! Pikiran adalah alat yang amat dibutuhkan untuk hidup, atau untuk melengkapi hidup ini. Tanpa pikiran, tanpa ingatan tentu saja kita tidak akan dapat pulang ke rumah, takkan dapat melakukan pekerjaan, takkan dapat menghitung, membaca dan sebagainya lagi. Pikiran amatlah penting bagi kita, yaitu dalam soal-soal teknis saja. Dalam soal-soal keperluan lahiriah saja. Akan tetapi begitu pikiran penuh ingatan memasuki batin, mengusik hubungan antara kita dengan manusia lain, akan terjadilah konflik. Dalam komunikasi antara kita dengan manusia lain, dengan benda, dengan batin, tidak dibutuhkan pikiran yang menilai berdasarkan ingatan masa lalu.

kosong adalah isi dan isi adalah kosong

"Kosong adalah isi dan isi adalah kosong".
Kehidupan ini hanyalah ilusi dan ilusi ini hanya bisa disadari melalui kehidupan ini.
Didalam kekosongan yang terlihat tanpa makna sesungguhnya ada makna dshsyat
yaitu tanpa kekosongan tidak akan ada semuanya, sesungguhnya jika orang sudah memaknai arti kekosongan maka orang itu bisa memahami TUHAN..

ilustrasi gampangnya, coba kita renungkan adakah sesuatu didunia ini yang tidak memiliki kekosongan???
dijamin setiap segala sesuatu didunia ini pasti ada rongga sekecil apapun itu yang berisi kokosongan, sehingga dunia ini berjalan seperti adanya..
apakah makna hakiki dari kekosongan itu sesungguhnya??

TINGGAL RENUNGKAN AJA...

filosofi alam

apapun yang kita lakukan, bagaimana perjalanan hidup kita, kita harus kembali
pada filosofi alam.
kita memang harus kembali ke alam.
alam yang tenang, yang bijaksana, yang tidak grasa-grusu, yang tidak cepat naik
pitam. alam menjadi penyeimbang perjalanan apa-apa yang ada dibumi, menyelaraskan
keruwetan yang mungkin bisa jadi penyebab migrain paling yahud.

alam juga normal, artinya dia bisa marah, bisa ngamuk, bisa jadi semacam monster
yang gak kira-kira kalau menyapu apa-apa yang ada dihadapannya.

alam dengan segala sesuatunya memberikan semacam ide, bahwa hidup ini memang
tidak boleh grasa-grusu, yang kalem kalau jalan, yang santai kalau bicara,
yang tenang sajalah, karena hidup memang tidak memberikan apa-apa, selain
perjalanan sebagai proses.

sebagai orang kota a.k.a orang yang hidup di perkotaan, rasanya pegunungan
menjadi semacam oase, semcam peneduh, semacam rumah.

aroma daun dan segala yang menyertainya masih bisa saya hirup di atas motor,
meski kini hutan yang sebenarnya adalah jalanan brutal tempat kendaraan
bermotor saling berlomba entah menuju mana.

pohon saya kini menjadi tiang-tiang listrik dan lampu jalan raya, kicau burung
adalah klakson mobil yang tanpa babibu mengusik desibel telinga.

tapi, jauh dari itu semua, alam memberi ide baru, membari penyegar, memberi nuansa
yang bagai sebuah senja paling indah di akhir hari yang buruk.

Seperti sifat air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah dan sejuk/dingin. Hal ini bermakna bahwa seorang pemimpin harus bisa menyatu dengan rakyat sehingga bisa mengetahui kebutuhan riil rakyatnya. Rakyat akan merasa sejuk, nyaman, aman, dan tentram bersama pemimpinnya. Kehadirannya selalu diharapkan oleh rakyatnya.

Pemimpin dan rakyat adalah mitra kerja dalam membangun persada tercinta ini. Tanpa rakyat, tidak ada yang jadi pemimpin, tanpa rakyat yang mencintainya, tidak ada pemimpin yang mampu melakukan tugas yang diembannya sendirian.

Seperti halnya sifat angin, dia ada di mana saja/tak mengenal tempat dan adil kepada siapa pun. Hal ini bermakna, seorang pemimpin harus berada di semua strata/lapisan masyarakatnya dan bersikap adil, tak pernah diskriminatif (membeda-bedakan).

Seperti sifat bulan, yang terang dan sejuk. Hal ini bermakna, seorang pemimpin mampu menawan hati rakyatnya dengan sikap keseharian yang tegas/jelas dan keputusannya yang tidak menimbulkan potensi konflik. Kehadiran pemimpin bagi rakyat menyejukkan, karena aura sang pemimpin memancarkan kebahagiaan dan harapan.

Seperti sifat matahari yang memberi sinar kehidupan yang dibutuhkan oleh seluruh jagat. Hal ini bermakna, energi positif seorang pemimpin dapat memberi petunjuk/jalan/arah dan solusi atas masalah yang dihadapi rakyatnya.

Seperti sifat lautan, luas tak bertepi, setiap hari menampung apa saja (air dan sampah) dari segala penjuru, dan membersihkan segala kotoran yang dibuang ke pinggir pantai. Bagi yang memandang laut, yang terlihat hanya kebeningan air dan timbulkan ketenangan. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan hati dan pandangan, dapat menampung semua aspirasi dari siapa saja, dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan pengertian terhadap rakyatnya.

Seperti sifat gunung, yang teguh dan kokoh, seorang pemimpin harus memiliki keteguhan-kekuatan fisik dan psikis serta tidak mudah menyerah untuk membela kebenaran maupun membela rakyatnya. Tetapi juga penuh hikmah tatkala harus memberikan sanksi. Dampak yang ditimbulkan dengan cetusan kemarahan seorang pemimpin diharapkan membawa kebaikan seperti halnya efek letusan gunung berapi yang dapat menyuburkan tanah.

Seperti sifat api, energi positif seorang pemimpin diharapkan mampu menghangatkan hati dan membakar semangat rakyatnya mengarah kepada kebaikan, memerangi kejahatan, dan memberikan perlindungan kepada rakyatnya.

menjadi seperti alam, itu yang sekarang coba saya jalani.
berhasil atau tidak, itu tidak penting, seperti juga makna hidup, begitu juga
tentang pilihan, menjalani pilihan itu adalah yang terpenting...

Filosofi Semut


Pakar karir, Jim Rohn dalam pandangannya punya
argumen tentang filosofi semut itu sendiri. Semut mempunyai filosofi² yang luar biasa, Memang filosofi itu sangat sederhana, namun jika Anda dapat menerapkannya hmmm...sangat hebat.
- Semut Saling Peduli
Kebiasaan semut yang saling bersentuhan (mungkin dalam bangsa manusia, menegur atau bersalaman) jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara mereka. Dalam dunia kerja, sentuhan yang berarti ‘care’ memberi arti tersendiri bagi karyawan. Bayangkan, apa jadinya jika di lingkungan kerja Anda, sudah tidak saling peduli? Sangat menyiksa bukan..? So, sikap ini dapat ditumbuhkan untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif.

- Semut tidak pernah menyerah.
Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan Anda.

- Semut Selalu Bekerjasama
Coba Anda perhatikan cara kerja semut, mulai dari mengangkat sebutir nasi sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama. Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut, diangkat beramai-ramai ke tempat mereka. Begitu seterusnya hingga butiran nasi yang mereka angkut mencukupi kebutuhan makan mereka. Kemudian mereka akan menyantapnya pula bersama-sama. Kerjasama dan kekompakan para semut bisa Anda jadikan teladan. Misalnya, saat rekan kerja Anda kesulitan, apa salahnya Anda membantu. Toh hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi namun demi kepentingan kelompok atau bersama.

- Semut Menganggap Semua Musim Panas Sebagai Musim Dingin
Ini adalah cara pandang yang penting. Anda tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas Anda harus memikirkan tentang halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu Anda menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan, seperti halnya ’sedia payung sebelum hujan’.

- Semut Menganggap Semua Musim Dingin Sebagai Musim Panas
Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, “Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini.” Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.Dengan bahasa lain, filosofi semut dapat Anda teladani dalam dunia kerja dengan menjaga kerjasama, kekompokkan, saling peduli, kerja keras, pantang menyerah, dan optimis memandang masa depan. Bagaimana? Tentu saja karena Anda lebih hebat dari bangsa semut, Anda bisa mencapai sukses yang luar biasa, jika Anda berusaha!

Yin dan Yang


Yin adalah "sisi teduh sebuah bukit". Yin mewakili keteduhan dan kepasifan,
bersatu dengan kesuburan, kelembutan dan kehalusan. Yin merupakan simbol
perempuan, air dan tanah, serta bergerak turun dan masuk ke dalam. Yang
adalah "sisi terang sebuah bukit", mewakili cahaya dan keadaan dinamis. Yang
bersekutu dengan ketahanan, kaku dan perluasan, bergerak alami ke atas dan
keluar. Yang melambangkan laki-laki, api dan langit.

Yin dan Yang saling tergantung dan saling melengkapi, simbiose mutualistis,
selalu berhubungan dan terus-menerus saling memberi kekuatan.

Yin bersifat lebih kuat dan lebih berlimpah, tapi Yang lebih tegas dan
aktif. Lebih banyak air di bumi daripada api, sebagai contoh, tapi api yang
bercahaya lebih menarik perhatian. Namun begitu, tetap, Yin dan Yang selalu
saling melengkapi dan saling memberi arti bagi yang lain. Menurut Tao Teh
Ching, suatu kekuatan, objek atau gagasan tak akan lengkap dan tak akan
berarti tanpa ditunjang keadaan yang sebaliknya.

Kesulitan dan kemudahan saling melengkapi
Panjang dan pendek saling membanding
Tinggi dan rendah saling membedakan

Kebaikan tak punya arti tanpa kejahatan, kecantikan tak akan dipandang tanpa
kehadiran si buruk sebagai pembanding. Dalam pikiran tradisional Barat,
lawan dimasukkan ke dalam dua wilayah khusus kualitas, dengan penghargaan
diikutkan pada kebaikan, kecantikan dan kebenaran. Jahat, buruk dan salah
merupakan aspek kehidupan yang sengaja (dan sia-sia) ditekan atau dihindari
seperti momok.

Jalan Taois mengakui dan menyeimbangkan kekuatan berlawanan dari semua
situasi dan fenomena, dan tidak mengakibatkan kekalahan tersembunyi sesuatu
kekuatan alam, positif ataupun negatif.

Pasangan saling melengkapi Yin dan Yang meliputi seluruh jagat raya, dan
unsur lawannya memberikan tekanan dinamis yang dibutuhkan untuk semua
gerakan dan perubahan.

Di dalam pengobatan Cina, misalnya, kesepuluh organ vital terbagi dalam lima
pasangan, yang masing-masing setia pada satu organ Yin 'kokoh' dan satu
organ Yang yang lemah. Organ Yin lebih penting daripada Yang, sehingga
gangguan fungsi organ Yin akan menyebabkan gangguan kesehatan yang dahsyat.
Pasangan organ tak bisa berubah-ubah. Mereka berhubungan oleh fungsi konkret
dan sambungan anatomi.

Jantung. Disebut sebagai "Ketua Organ Vital", jantung mengatur organ lain
dengan mengontrol sirkulasi darah. Pusat spirit, penentu suasana hati dan
kejernihan mental. Kondisi energi jantung bisa tercermin melalui warna muka
dan lidah: merah gelap menunjukkan kelebihan, pucat abu-abu menunjukkan
kekurangan. Jantung berpasangan dengan usus kecil, yang memisahkan sari
makanan dan sisa makanan yang dicerna, mengontrol rasio cairan pengeras
kotoran dan menyerap nutrisi yang kemudian dikirim ke jantung untuk
diedarkan ke seluruh tubuh.

Hati. Hati menyimpan dan memperkaya darah, mengatur sejumlah pengeluaran ke
dalam aliran darah untuk peredaran secara menyeluruh. "Ketika orang
bergerak, darah beredar; ketika orang diam, darah kembali ke hati," ungkap
Pengobatan Tradisional Kaisar Kuning. Ungkapan ini sesuai benar dengan bukti
kesehatan yang ditunjukkan selama periode istirahat, khususnya pada musim
dingin, yaitu 30-50 persen dari suplai darah di tubuh berkumpul di hati dan
pankreas. Selama tidur, darah membangun kekuatan dan ketahanan diri di dalam
hati untuk digunakan ketika tubuh sedang beraktivitas. Hati adalah rumah
bagi nyawa manusia (hun), seperti tercermin dalam ungkapan orang Cina
hsin-gan (jantung hati), yang artinya kekasih.

Hati adalah markas besar metabolisme tubuh. Kondisi hati tampak pada mata,
kuku jari tangan dan kaki serta otot. Pasangan Yang hati adalah kantung
empedu, yang fungsinya sangat dekat dengan hati. Kedekatan fungsi hati dan
empedu ini sungguh diakui pula oleh ilmu pengetahuan kesehatan modern.

Pankreas. Pankreas mengontrol produksi enzim yang diperlukan untuk
pencernaan dan metabolisme. Fungsi ini berhubungan langsung dengan pasangan
Yang-nya, lambung. Bila pankreas gagal memproduksi enzim secara memadai,
akibatnya proses pencernaan di lambung mengalami stagnasi sehingga makanan
akan membusuk dan mengendap. Pankreas juga mengontrol perlengkapan manusia
untuk berpikir rasional. Gangguan fungsi pankreas terefleksi melalui kulit
yang kering, mengkerutnya daging dan tulang, otot yang kurang kuat,
kelelahan kronis, pencernaan mampet dan tak bisa berkonsentrasi.

Paru-paru. "Paru-paru mengontrol chi" tulis naskah kesehatan Cina. Chi
berarti 'napas', yang sama artinya dengan 'energi'. Bila napas terganggu,
energi pun terganggu. Paru-paru Yin bersekutu dengan usus besar Yang.
Kondisi paru-paru tergambar pada kulit. Kenyataannya dalam pengetahuan
kesehatan modern, kulit merupakan organ pernapasan, serta paru-paru dan usus
besar merupakan perluasan dari kulit, yang satu menekan dari atas dan yang
lain mendorong dari bawah. Radang paru-paru serta berbagai gangguan
berbahaya lain pada umumnya bersamaan dengan sembelit, dan sembelit selalu
menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman di dada.

Ginjal. Ginjal mengontrol air. Kelebihan air dan cairan kotor yang dikirim
ke ginjal akan dikonversikan ke dalam bentuk urine, diturunkan ke kandung
kemih dan keluar sebagai air kencing. Jadi, kandung kemih pasangan Yang
secara fungsional berhubungan dengan ginjal. Ginjal disebut sebagai "gerbang
kehidupan" karena mengontrol keseimbangan semua cairan vital di dalam tubuh,
yang bila berubah akan langsung mempengaruhi tingkat dan keseimbangan
energi. Ginjal adalah penyeimbang utama Yin dan Yang dalam sistem tubuh
manusia. Ginjal merupakan tempat perlengkapan pengontrol dan tenaga dari
sumsum, pinggang, dan wilayah kemaluan. Gangguan pada fungsinya sering kali
ditunjukkan dengan rasa sakit di bagian belakang bawah dan tak bisa
menegakkan panggung atau tulang belakang. Ginjal juga berhubungan erat
dengan lapisan adrenal atau kelenjar suprarenal. Ginjal dan kelenjar
sekutunya mengontrol fungsi dan potensi seksual.

Yin dan Yang menjelma dalam gambaran yang kontras, dalam skala besar dan
kecil. Di dalam tubuh manusia, Yin mengontrol bagian dalam, daerah bawah dan
bagian depan. Sementara Yang memerintah permukaan bagian luar, daerah atas
dan bagian belakang. Yin mengontrol darah, Yang memerintah energi. Instink
termasuk Yin, keterampilan atau keahlian mengikuti Yang. Yin menurun, Yang
mendaki. Makan memelihara kegiatan Yin sementara minum alkohol mengosongkan
aktivitas Yang. Ketka bernapas, menghirup adalah Yin, sedangkan
menghembuskan adalah Yang.

Daftar ini tak berhingga, tapi selalu memiliki pengertian yang sama: Yin tak
berfungsi tanpa Yang, sebaliknya Yang tak berfungsi tanpa Yin. Dan, semua
fenomena tak normal, dari penyakit sampai hujan badai petir, disebabkan oleh
ketidakseimbangan yang kritis antara dua kekuatan purba ini.

Gejala 'kelebihan Yang' ditunjukkan melalui, antara lain, naiknya suhu
badan, kekeringan, hiperaktif, sembelit dan jantung berdebar. Kelebihan Yin
menyebabkan antara lain kedinginan, kelembapan sendi tulang, lesu dan
tekanan darah rendah.

Pada titik seperti ini, tabib Cina mengambil tindakan ekstra untuk
menyeimbangkan dan menyelaraskan simpanan berbagai jenis energi di dalam
tubuh. Tabib akan menggunakan tumbuh-tumbuhan yang manjur, akupuntur,
menekan kelebihan, mendinginkan energi panas, memanaskan energi dingin,
mengeringkan kelembaban, melembabkan yang kering, mengeluarkan energi jahat
dan mengolah energi yang merawat.

Prinsip Yin dan Yang berlaku pada semua bentuk di alam, dari bintang-bintang
dan planet sampai fungsi setiap sel di dalam tubuh. Aturan diet Taois
mengambil dasar pada keseimbangan Yin Yang dari makanan 'panas' dan makanan
'dingin'. Tabib menulis resep berdasarkan teori Yin Yang, mencampur formula
yang 'memanaskan' untuk kondisi 'dingin', memberi formula 'mendinginkan'
untuk kondisi gangguan 'panas', begitu seterusnya.

Dalam yoga seks Taois, unsur Yin yang kuat dan berlimpah dari perempuan akan
mampu merawat dan menyelaraskan energi Yang laki-laki yang terbatas dan
rentan.

filsafat hidup orang jawa

Orang jawa jaman dulu mempunyai pandangan bahwa jika seseorang ingin sempurna dalam hidupnya maka dia harus memenuhi/mempunyai 5 hal yaitu:

1.PEKSI (burung)
orang jawa jaman dahulu pasti memelihara burung (burung dalam arti sesungguhnya loh..),biasanya adalah burung perkutut.orang memelihara burung perkutut karena suara burung perkutut mempunyai suara yang merdu.jadi diharapkan kita sebagai manusia juga mempunyai suara yang bagus,dalam artian dalam berbicara harus tau tata krama dan adat,berbicara tidak dengan suara sombong.Jadi bukan yang seperti dilakukan kebanyakan orang saat ini,mereka menganggap dengan memelihara burung perkutut maka kehidupan mereka sempurna.

2.WANITA
wanita disini bukan berarti untuk sempurna hidupnya seseorang harus memiliki istri yang cantik atau harus mempunyai banyak istri.akan tetapi yang dimaksut disini wanita dalam arti kias.wanita identik dengan cinta kasih dan kelembutan.jadi dalam hidupnya manusia hendaknya harus memiliki rasa cinta kasih dan kelembutan,tidak disertai dengan nafsu amarah dan angkara murka.

3.CURIGA (keris)
orang jaman dulu pasti memiliki keris yang digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri.tapi bukan berarti untuk sempurna sesorang harus mempunyai senjata.akan tetapi yang dimaksut disini adalah orang juga harus mempunyai rasa curiga atau waspada sama orang lain,ngga asal menurut supaya terselamatkan dari tipu musliat orang lain.

4.TURANGGA (kuda)
kuda merupakan sarana transportasi jaman dahulu.tapi bukan berarti untuk menjadi sempurna seseorang harus mempunyai kendaraan yang mewah dan banyak.tetapi kuda meruakan perlambang pengendalian (karena jika orang menaiki kuda maka dia akan memegang tali pengendali).jadi jika ingin sempurna sesorang harus bisa mengendalikan diri dari semua nafsu yang menguasai diri manusia.

5.WISMA (rumah)
yang dimaksut rumah bukan rumah yang mewah ataupun jumlah rumah yang banyak.akan tetapi rumah disini dimaksutkan untuk mengingatkan bahwa manusia juga akan kembali kerumah atau asal manusia,yaitu kepada Sang Pencipta (Tuhan).karena menurut orang jawa :wong urip iku mung mampir ngombe (hidup manusia itu cuman mampir minum ) yang berarti orang hidup itu cuman sebentar seperti orang yang bertamu/mampir untuk minum menghilangkan rasa haus.

"Dadio banyu, ojo dadi watu" (Jadilah air, jangan jadi batu)

Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.

Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.

Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?

Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.

Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru