Minggu, 21 Juni 2009

PENGOLAHAN ENERGY & PELATIHAN MEDITASI



Didalam diri manusia terdapat energy yang besar apabila anda bisa mengolah & mengendalikannya, maka akan bermanfaat, untuk penyembuhan, prisai maya, ditransfer keorang lain, dan bahkan bisa juga untuk menyakiti orang lain. Dalam metode pengajaran Prana Shamballa lebih mengutamakan untuk prisai maya, penyembuhan, transfer enrgy & jembatan menuju ketentraman hidup dengan aturan penambahan meditasi agar kita bisa menjadi mahluk yang benar-benar baik dan yang terbaik, hidup lebih rileks dan tanpa beban, karena menjalaninya dengan penuh kesadaran dan ketenangan. Anda bisa membangkitkan energy dalam tubuh anda dari 5 unsur api, air,udara, tanah, & kayu yang mungin bisa dikembangkan lagi menjadi energy-energy baru seperti listrik dll.Hanya dengan mengolah nafas, pelatihan penyerapan energy alam semesta dan meditasi, ada akan mendapatkan hidup yang lebih tenang, rileks, bugar, dan bisa memanfaatkan energy yang ada didalam tubuh anda untuk tindakan positif atau menolong. Bukankah didalam hidup yang kita cari adalah ketengan dan kententraman sekaya apapun, sehebat apapun, orang pasti yang dicari adalah kententraman dalam hidup, ketentraman lahir dan batin. Anda tenang, tentram, rileks, fikiran jernih maka dalam suatu tindakan anda akan lebih positif, kerja jadi giat,hidup akan lebih semangat, dan anda akans segera mencapai kesuksesan seperti yang anda impikan. Jika fikiran ada keruh, hati serasa jenuh, jiwa jadi rapuh, kerjaan akan berantakan, hasil kurang memuaskan, yang didapat hanya omelan,dan anda mendapat kesialan. Maka dari itu segeralah rawat diri anda dengan meditasi atau yoga, minimal olahraga ringan, anda akan segera kembali frees. Cuma meluang kan waktu beberapa menit tiap hari demi kesehatan dan ketentraman, masak tidak bisa!
Anda coba muali sekarang, dan praktekan setiap hari, dan saya selalu siap membimbing anda, free tanpa biaya lewat media online Yahoo messenger, camfrog, atau pun live di rumah saya pribadi.


salam sejahtera dan sehat selalu buat anda semua,


dimasyayan@yahoo.com

Selasa, 02 Juni 2009

Cara mengatasi santet dengan hukum fisika



Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang : berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian. Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil2 kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini. Penyelidikan menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang s ifa tnya ilmiah, mulai dari mencari kasus2 santet, tipe2 santet, gejala, akibat dlsb. Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan/pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan dll bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi. Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :

F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makannya para demit itu tidaklah menyentuh bumi. Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dgn orang yg tidak dikenal pd malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak maka ia berarti golongan mahluk halus. Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-) maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini. Saya tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi saya menawarkan alternatif lainnya yg bisa bers ifa t “standalone” (utk non muslim) maupun digabungkan dgn zikir (utk muslim). Beberapa Metodenya :

Cara 1 Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

Cara 2 Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

Cara 3 Melakukan gerakan senam khusus dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya satu gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak2 hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yg sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus.

Cara 4 Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+) Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.


oleh : dimasyayan@yahoo.com

Kamis, 21 Mei 2009

TIDAK SEMUA SPIRITUALIS MENOLAK AGAMA



BANYAK SPIRITUALIS YANG SELALU MENGOMENTARI AGAMA, DAN SELALU MEMPERLIHATKAN SISI JELEK DARI AGAMA TERUTAMA AGAMA ISLAM YANG LEBIH SERING DISOROT OLEH KAUM SPIRITUAL, KARENA KEINDENTIKANNYA DENGAN KEKERASAN TAPI KITA COBA UNTUK BERFIKIR SECARA LUAS DAN PENUH KESABARAN, BAHWA SEBENERNYA BUKAN AGAMA ATAU INDIVIDUAKNYA YANG SALAH MELAINKAN SEGELINTIR ORANG DARI KAUM ITU YANG TERLALU FANATIK DENGAN KEPERCAYAANNYA DAN BERUSAHA MENJUNJUNG TINGGI SESUATU YANG DIYAKININYA KARENA PERBUATAN SEGELINTIR ORANG, MASAK HARUS SEMUA DISALAHKAN, KAN TIDAK BIJAK KALAU BERFIKIR SEPERTI ITU. AGAMA ITU PERLU, KARENA AGAMA ADALAH TUNTUNAN BAGI ORANG AWAM UNTUK MENGENAL TUHANNYA, GAK MUNGKIN SESORANG LANGSUNG BERFIKIR SECARA SPIRITUAL ATAU INTUITIF JIKA TANPA LANDASAN ATAU PONDASI TERLEBIH DAHULU. MAKA SAYA MENYIMPULKAN UNTUK KAUM SPIRITUAL, JIKA ANDA SEORANG SPIRITUAL SEJATI, ANDA PASTI BERLAPANG DADA SIAP MENERIMA PERBEDAAN. SERTA DENGAN KEGIGAHAN DAN PENUH KESABARAN ANDA MENUNTUN YANG LAIN MENUJU KEBENARAN YANG PALING BENAR. JIKA ANDA MASIH MERASA AGAMA ITU SALAH BERARTI ANDA SAMA SAJA DENGAN KAUM FANATIK YANG LAIN YANG MEMPERTAHANKAN EGO DEMI ANDA DAN GOLONGAN ANDA. TUHAN GAK PERLU DIPERJUANGKAN KARENA TUHAN SUDAH JAYA. TUHAN GAK PERLU DIBELA KARENA TUHAN SUDAH PERKASA DAN KUASA. KITA HANYA PERLU BERSYUKUR KARENA SELAMA INI TELAH DIBERI NIKMAT YANG TIADA HENTI, DAN TUHAN TAK PERNAH BOSAN MEMBIMBING KITA MENUJU KEABADIAN SEJATI.


SALAM ALAM SEMESTA,



dimasyayan@yahoo.com

Jumat, 08 Mei 2009

SANGKAN PARANING DUMADI



Manusia tercipta dari dua unsur yaitu roh dan zat, Roh berasal dari roh ilahi dan zat terbentuk dari gumpalan darah yang kemudian menjadi daging dan melalui proses menjadi seorang bayi mungil didalam rahim sang ibu, yang kelak tumbuh dewasa di alam mayapada. Setelah kita terlahir kita juga mengalami proses kita kecil, remaja. dewasa, tuwa, dan mati. Dalam kehidupan mayapada kita mencoba mengisi hari-hari dengan aktifitas lahiriah dan rohani, aktifitas lahiriah bertujuan untuk menjaga kita agar kita tetap hidup sehat dan saling membantu sesama, bereguna bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat, sedang aktifitas rohani bertujuan agar kita dekat dengan roh allah asal kita sebelum berbentuk, sehingga kita mengerti, faham dan menjalani tanpa beban kehidupan maya ini karena kita tahu asal kita, mau apa kita didunia, dan mau kemana kita kelak. Hidup itu harus punya arti, seperti filosofi jawa berikut, Urip Iku Urup yang artinya Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Jadi anda bisa mengambil kesimpulan bahwa arti dari sangkan paraning dumadi adalah kita berasal dari tuhan, terlahir untuk berdharma, kemudian kita kembali menyatu dengan roh tuhan pencipta semesta alam. Mungkin anda punya pendapat lain silahkan, saya terbuka bagi anda untuk share bersama.





Salam alam semesta,



dimasyayan@yahoo.com

Sabtu, 02 Mei 2009

FILOSOFI JAWA



ORANG JAWA PADA ZAMAN DAHULU SELALU MENGGUNAKAN FILOSOFI/ UNEN-ENEN UNTUK MENATA HIDUP, DAN MENERAPKANNYA DALAM KESEHARIAN, MAKA DARI ITULAH ORANG JAWA DAHULU TERLIHAT LEBIH SANTUN DARI PADA JAWA SEKARANG YANG TELAH MEJADI JAWA MODERNISASI, YANG LEBIH MENGUTAMAKAN EGO DAN KESENANGAN SENDIRI KARENA HANYA MEMPELAJARI PENDIDIKAN DALAM BANGKU SEKOLAH SAJA, MUNGKIN PERLU ADANYA PEMBELAJARAN PADA PEMUDA-PEMUDI DI JAWA SEKARANG, TENTANG MAKNA DAN ARTI HIDUP YANG SEJATI DENGAN BANTUAN FILOSOFI JAWA TERSEBUT. KATA ORANG TUA DULU YANG SERING TERLONTAR BUAT ANAK-ANAK MUDA SEKARANG WONG JOWO NANGING RA JAWANI YANG ARTINYA ORANG JAWA TAPI TIDAK MENGERTI DAN MEMAHAMI MAKNA DAN TATANAN JAWA DWIPA. DAN INI SEDIKIT FILOSOFI JAWA, MUNGKIN BISA MENGINGATKAN DAN MEMBUKA HATI PARA MUDA-MUDI JAWA TENTANG KEINDAHAN JAWA DENGAN FILOSOFINYA.

1. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

3. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli (Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi)

4. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

5. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

6. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi).

7. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

8. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

9. Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah (Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah).

10. Sing Prihatin Bakal Memimpin (Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin).

11. Sing Resik Uripe Bakal Mulya (Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya).

12. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (Keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera).

13. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)

14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

15. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).

16. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

17. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

18. Memayu hayuning bawana (melindungi bagi kehidupan dunia)

19. Sukeng tyas yen den hita (suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran)

20. Jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)

21. Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi (nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya)

22. Ajining sarira dumunung ing busana (nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya)

23. Amemangun karyenak tyasing sesama (membuat enaknya perasaan orang lain)

24. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi (Gejolak jiwa tidak bisa meruba kepatian)

25. Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa (Budi daya manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa)

26.Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti( kemarahan dan kebencian akan terhapus / hilang oleh sikap lemah lembut)

27. Tan ngendhak gunaning janma (tidak merendahkan kepandaian manusia)

28. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe (sopo sing wus biso nemoake sedulur batine kakang kawah adi ari2 papat kiblat lima pancer, sejatine wus nemu guru sejatine )

29. Sekti tanpo aji digdoyo tanpo guru,(sudah sakti tanpa ‘pegangan’ / maksudnya tanpa jimat, aji-aji, ilmu kebatinan – dan sudah hebat tanpa berguru. )


SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUA, SALAM ALAM SEMESTA UNTUK ADA SEMUA.


OLEH : dimasyayan@yahoo.com



Selasa, 28 April 2009

POLIGAMI DALAM SPIRITUAL



Poligami atau menikah lebih dari satu istri di dalam ilmu spiritual itu syah-syah saja asal memenuhi persyarat-syaratannya,

1.Pertama anda harus mempunyai metal dan kecerdasan intuitif


2.punya pemikiran berdasarkan intuisi dan logis tidak hanya berdasar naluri
saja

3.Bisa berlaku adil kepada semua pasangan

4.Punya penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan istri-istrinya

5.Bisa jadi pemimpin dan panutan yang baik bagi istri-istri dan anak-anaknya

6.Sanggup membawa meraka kekehidupan yang lebih baik.

7.Sanggup jadi penengah apa bila jadi keributan di keluarga tanpa berat
sebelah.


8.Harus mempunyai izin dari istri pertama atau istri yang sebelumnya.

9.Harus bisa mengambil keputusan tanpa menyakiti hati dan perasaan orang
lain
( istri ataupun keluarga )

Jika anda bisa berlaku seperti yang tertera diatas anda bisa menjalai hidup poligami,
apakah anda bisa berlaku adil kepada istri-istri anda, jika anda sekarang juga belum bisa menata dan berlaku adil pada diri anda sendiri. jika anda bisa mengendalikan kesadaran dan memimpin diri anda sendiri, anda baru bisa memimpin orang lain ( istri-istri anda dan anak-anak anda ). Jika anda belum merasa mampu jangan berpoligami, karena poligami bukan berdasarkan kebutuhan biologis saja Poligami adalah kebersamaan dalam keluarga besar, dan sang saumai harus pandai memilah dan memilih tidakan yang pantut untuk dilakukan Tanpa menyakiti para istri-istrinya.



OLEH : dimasyayan@yahoo.com

Senin, 27 April 2009

GURU SEJATI



Semua orang sering mengunggulkan seorang guru, sebenarnya apa sih makna guru? guru bukanlah seseorang yang harus ditiru dan di unggulkan, karena guru yang masih mempunyai fisik atau ego bukanlah guru sejati, guru tak perlu dicari karena guru selalu menuntun kita, guru sejati adalah tingkat kesadaran kita sendiri, sadar akan makna hidup, sadar dengan yang dijalani, sadar apa harus dilakukan, dan menjalinnya tanpa beban atau pun tanpa paksaan dari orang lain. Sedang guru yang kita temui setiap hari sebenarnya hanyalah seorang mederator atau kawan share saja, tempat kita bertanya dan berbagi tentang guru sejati kita ataupun makna hidup yang betul-betul hidup. Jadi guru sejati bukanlah badan fisik melainkan tingkat kesadaran kita, pengalaman kita, dan anugrah yang kita miliki itulah yang disebut guru dari segala guru atau guru sejati yang selalu kita cari dan kita dambakan.


OLEH : dimasyayan@yahoo.com